Daisypath Anniversary tickers
Ini dia, stelah kami memutuskan untuk pake CD lagu ajah, akhirnya gw googling lagu-lagu romatis yang bakal diputer di resepsi pernikahan kami.
  1. Martina Mc Bride - My valentine
  2. Barbara Striesand feat. Bryan Adam - I finally found someone
  3. Susan Wong - How deep is you love
  4. Norah Jones - Don't know why
  5. Shania Twain - Forever and for always
  6. Celine Dion feat. R.Kelly - I'm your angel
  7. Whitney Houston - My love is your love
  8. Mariah Carey - Alway be my baby
  9. Vanessa Williams - Save the best for last
  10. Mehreen Zahid - Time of your life
  11. Laura Fygi - Dream a litle dream of me
  12. Kelly Clarkson - A moment like this
  13. Mariah Carey - One sweet day
  14. Celine Dion feat. Julio Iglesias - When I fall in love
  15. Gita Gutawa - Sempurna
  16. Donna Lewis - At the beginning
  17. Diana Ross - If we hold on together
  18. Keedie - I believe my heart
  19. Warna - 50 tahun lagi
  20. Jennifer Rush - Power of love
  21. Mariah Carey - Honey
  22. Lea Salonga feat. Brad Kane - We could be in love
  23. Mariah Carey - I'll be loving you long time
  24. Melissa Manchester - Looking through the eyes of love
  25. Nat King Cole - Unforgettable
  26. Ost. Aladin - A whole new world
  27. Shania Twain - From this moment
  28. Shirley Carvalho - How deep is your love
  29. TLC - I miss you so much
  30. Vina Panduwinata - Aku makin cinta
  31. Whitney Houston - Can't live without you
  32. Whitney Houston - The greatest love of all

Untuk prosesi awal masuk ke Ballroom segaja kami memilih lagu My Valentine nya Martina Mc Bride karena lagunya dalem benerrrr...

Hari minggu kemaren, gw treatment di salon (untuk pertama kalinya...ha..ha...parah!!)

Tapi bener lho, seumur-umur baru kali ini "merasa" diperlakukan bak putri raja, biasanya gw creambath n luluran sendiri di rumah, tapi kali ini gw bener2 dilayanin...yummyyy banget rasanya...swegerrr. Gw treatment di Wulandari Salon n Spa di cabang Ruko Botanical Junction (sbelumnya pernah gw bahas), karena berhubung pengen nyoba dulu, jadi gw cuman ambil totok wajah, scrubbing, dan hair mask.

Overall, enak banget, pijetan mbak nya mantap deh, gak rugi ngluarin duit buwat acara kayak "gini", coz gw berasa rilex dan nyaman banget di tempat ini walopun tempatnya gak gitu luas.

So, buwat yang mo perawatan, gw kasih tips niy,

  • mendingan reservasi dulu biar pas dateng bisa langsung dilayanin coz biasanya untuk perawatan Sabtu-Minggu rada rame.
  • kalo yang pake perhiasan, mendingan dilepas dulu deh (esp. anting, cincin, jam), daripada copot waktu di treatment.
  • matiin hp, biar "total"

Selanjutnya, selamat menikmati...

Ini tahap terakhir setelah KPP (Kursus Persiapan Penikahan) sekaligus jadi tahap terakhir sebelum pemberkatan nikah.

Jauh-jauh hari, kami berdua punya angan-angan supaya pemberkatan nanti dilakukan sama Romo Yulius Agi,O.Carm, coz melihat dia berjiwa"muda", dan kotbah2nya lumayan "dalem"...hmm...untungnya beliau bersedia (thanks God)

Nah dari sinilah, karena pemberkatan kami maunya sama Romo Agi, jadilah kami kanonik sama beliau ini. Kanonik adalah tahap penyelidikan yang dilakukan oleh Romo tentang asal usul pernikahan, jadi intinya sih untuk mengetahui seberapa jauh kesiapan kami menikah, asal usul keluarga kami (ada hubungan darah atau tidak), halangan-halangan nikah, ada paksaan atau tidak, dsb.

Awalnya, gw santai ajah, justru cami yang lebih nervous...coz kami akan ditanya satu persatu oleh Romo,..fuiiihhh...gak nyangka beliau ternyata kritis banget. Gw yang tadinya gak tegang malah jadi tegang banget ditanya macem2. Cami justru sebaliknya, dia cuma ditanya 15 menit...glekkk...gw? hampir 40 menit..hix...T.T

Jujur, gw bukan orang yang pandai berkomunikasi sama orang, Romonya juga kayaknya denger jawaban gw mental terus sampe gw mati kutu, tapi untungnya si cami bisa jawab smua, dan jawabannya ampe bikin Romo speechless...(makasih ayangkuwh, kamu menyelamatkan akuh...)

Then, setelah melewati proses tanya jawab, akhirnya kami lulussss.....yeeeyyyyy!!!!!

Seneng banget rasanya,..yang tadinya deg-degan, jadi ktawa-ktiwi terus, gak nyangka kami diberikan kelancaran sama Tuhan... ^__^
Kesabaran kami mulai diuji...hosh..hosh...emosi mulai meningkat, mo nangis rasanya...

Tuhan tolong beri kami kesabaran menghadapi cobaan ini...hix..T.T

Dengan berat hati, kami berdua membatalkan kerjasama dengan salah satu vendor pernikahan kami.

Di blog ini, kami mo kasih tau sama semua teman-teman senasib sepenanggungan yang lagi ribet2nya nyiapin "perfect wedding", smoga kalian lebih hati-hati milih vendor, jangan hanya karena tergiur harga dan "iming-iming" gak masuk akal kalian jadi milih vendor yang gak profesional di bidangnya.

Cukup kami aja deh yang mengalami hal ini. Kami gak mo menjelekkan vendor manapun, tapi buwat para capeng, dimana tiap kita pasti berharap pernikahan adalah moment paling indah dan sekali seumur hidup, jadi kalo bisa lebih detail dan teliti memilih vendor yang akan kita pakai daripada "beli kucing dalam karung".

Fiiuuuuhhh...makin banyak kerut ajah di muka gw...
Duh, (lagi-lagi) gara-gara Jeng Fifi nih...

Yups, pas liat multiply nya si Fifi, dalem banget kata-katanya, sampe terngiang-ngiang terus..

Ini sedikit kutipannya :


"Mengadakan pernikahan bukanlah untuk menunjukan siapa kamu, tapi sekedar memberi kabar gembira kepada khalayak tentang pernikahanmu"

Huaaaa...langsung glek...speechless deh baca nasehat Bokapnya Fifi, bijaksana banget...


Tapi ini justru menginsiprasi gw, pas abis baca blognya Fifi, gw dapet telp dari NC (Nia Catering) katanya kalo mo menghemat budget, saran mereka gak usah pake penyanyi (kayak organ tunggal) tapi pake CD lagu ajah...

Hmmm...ide baguskah?? sempet berfikir "khan malu donk masa pake CD lagu doank?" tadinya ragu, tapi :

>berhubung bugdet terbatas (tabungan abis buwat lunasin tetek bengek wedding...hix...T.T),

>sempet liat perform NC pake CD lagu doank tapi MCnya bisa menghidupkan suasana, TOP banget!!
>perasaan trauma gw yang berlebihan karena 2 kali ke kawinan temen dimana organ tunggalnya nyanyiin lagu patah hati padahal lagunya gak ada di list wedding song nya (buwat gw itu kesalahan fatal), dan
>(ya itu tadi...)baca nasehat bokapnya Fifi...

Akhirnya...yupppsss...kami berdua memutuskan untuk pake CD ajah...

Kata nyokap pun bukan berarti pake CD wedding songs, pestanya jadi "biasa"...

PR selanjutnya, nyusun list wedding songs yang udah fixed...

Ha..ha...ternyata ada pelajaran yang bisa gw pelajari dari urusan kawinan gw nih...

Thx banget buwat Jeng Fifi yang kasih gw inspirasi sampe akhirnya gw bisa bikin undangan kayak gini, walopun masih banyak cacat sana sini...tapi ga pa palah itung-itung hasil karya sendiri...aw..aw...

Rencananya, undangan ini bakal gw kasi ke temen2 dan relasi bokap-nyokap via email yang gak sempet gw kirimin undangan resmi (yang hard cover maksudnya),...
Guys, gw lagi cari2 selop buwat pemberkatan dan resepsi niy...
ada info dari temen gw katanya di ITC Mangga Dua banyak modelnya, dan murah meriah ya??!!
Ada yang tau referensi tempat laen gak?
help me guys...
Label: 2 komentar | | edit post
Gak tau knapa, tiba-tiba ajah aku terpikir untuk kilas balik kisah manis cinta aku dan cami. Hmm…

Kami lahir dan besar di Jakarta, tepatnya satu perumahan. Ibuku dan mamanya “rajin” ikut arisan RT. Kakakku dan dia satu sekolah dari SD sampai SMP di sebuah sekolah swasta, sementara adiknya adalah teman bermainku di Taman Kanak Kanak. Tapi semua hal itu juga tak lantas membuat kami dekat dan akrab.

Bahkan ketika aku masuk perguruan tinggi swasta yang sama dengan dirinyapun aku seperti orang yang tak saling kenal. Jika kebetulan bertemu di kampus hanya sebatas say hello.

Akhirnya dia lulus, sementara aku masih harus bergulat dengan mata kuliah. Ketika itu, aku sudah memiliki kekasih dan hubungan kami sangat serius, begitupun dia dengan kekasihnya.

Suatu ketika, aku sempat depresi dengan hubungan jarak jauh dengan cowokku karena kami jarang bertemu, tapi rasa itu selalu coba kualihkan, waktuku habis untuk urusan kuliah, organisasi, dan melihat sidang skripsi senior-seniorku. Beberapa kali aku pulang dari kampus jam 9 atau 10 malam.

Mada lulus, ternyata bukan berarti dia tidak akan ke kampus lagi. Hobinya yang maniak game online dan menjadi langganan game center dekat kampus ternyata membuat kami sering (kebetulan) bertemu dan pulang bareng.

Mulailah kami dekat sebagai sahabat, karena status kami masing-masing sudah punya kekasih. Akupun terbuka menceritakan siapa Mada pada cowokku. Tidak ada pikiran macam-macam darinya, mungkin dia juga paham aku butuh seseorang yang bisa kuajak berkeluh kesah bukan hanya sebagai sahabat, tapi juga menjadi masa depanku.

Tanpa kami sadari, kami sama-sama jatuh cinta. Keadaan membuat aku dan Mada makin dekat, dan hubungan aku dan cowokku makin terasa jauh, bukan hanya dari segi jarak tapi juga dari segi kualitas hubungan. Akhirnya, aku dan cowokku putus, cowokku yang memutuskan, karena dia merasa tidak bisa membuatku bahagia dan tertawa selama menjalani hubungan. Intinya, dia mengalah.

Putus darinya, tak serta merta membuatku langsung mengungkapkan rasa hatiku pada Mada karena dia masih punya kekasih. Tapi, keadaan ini bukan membuatku merasa bebas, tapi justru semakin depresi, aku merasa mencintai orang yang tepat di saat yang salah. Ya, mencintai Mada di saat dia sudah punya tambatan hati. Tak tahan dengan hal ini, aku bolos kuliah dan “melarikan diri” ke Yogya, mencoba menenangkan diri selama satu minggu di sana, handphone kumatikan.

Pulang dari Yogya aku menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih kuat. Support dari teman-teman sangat membantuku.

But, God made everythings good in His time. Entah berita baik atau berita buruk, Mada bilang padaku dia putus dari pacarnya, karena orangtua pacarnya menghendaki anaknya kuliah di California.

Saat itu Mada juga belum tahu, aku sudah putus. Dia hanya tau aku ke Yogya karena menengok saudara.

Beberapa bulan setelah aku belajar menata hidupku kembali, Mada bilang dia ingin menjadi pacarku, tak peduli aku masih punya pacar atau tidak. Jujur, hatiku tak tahan, akhirnya aku bilang padanya bahwa aku sudah putus jauh sebelum dia putus.

Kamipun berpacaran., dan sampai saat ini aku masih yakin nantinya dia akan menjadi ayah dari anak-anakku. Dialah masa depanku. Ya... God made everythings good in His time.

Ada kutipan dari sebuah buku membuat diriku lebih cerah menatap masa depan :

Aku tidak merasa cantik, karena itu aku tidak berfikir harus mencari yang tampan. Aku tidak mempersoalkan harta yang cukup, karena aku sadar bahwa hartakupun tiada. Aku tidak menuntut dia harus baik, karena aku sadar aku juga tidak cukup baik. Aku tidak meminta dia harus mengerti aku, karena belum tentu juga aku bisa sepenuhnya mengerti dirinya. Aku tidak minta dia harus pintar, karena akupun belum tentu sepintar apa yang dia inginkan. Akhirnya aku hanya meminta sedikit: “Ya Tuhan, berikan pada kami hati yang terbuka, yang mau menerima satu sama lain apa adanya, jadilah kehendakMu! (Tapi aku percaya Tuhan tetap mempertimbangkan kebutuhan kami).”

Dan aku akan terus menjalani hari-hari ini dengan suka cita, menerobos berbagai rintangan di depan sana. Dengan pengalaman kegagalan sebelumnya, berharap aku bisa membuat keputusan yang lebih baik, yang sungguh-sungguh bersasar kepada dalil: “Ketika Tuhan yang menjadi alasan paling utama untuk menikah”. Karena ketika Tuhan yang menjadi alasan paling utama untuk menikah, isak tangis akan berubah menjadi damai yang membahagiakan. Dan aku akan bersabar menanti saatnya tiba.....
Huahhhh...tinggal menghitung bulan nih, tapi rasanya sindrom malas menyerang (lagi)!!!!...

Bukan cuma malas ngurusin persiapan wedding, tapi juga malas banget ngurusin kerjaan kantor...parah juga gw ya...

Well, masa-masa 2 taun di kantor yang membuat gw tiba-tiba "stuck" sekaligus agak sinting menghadapi temen kantor yang mengidap "autis kronis"....errrrggghhhhh... Duh, jadi nge-gosip deh gw...
Akhirnya...

Jadi juga nih foto (masih mentah) hasil jepretan dari JP...

tapi kok tampang gw culun amat ya di sini...ixixixixiiiii...but, overall, gw suka beberapa hasil fotonya.

Sebenernya hasil jepretan ada 200-an lebih tapi gak muat kalo dimasukin ke blog smua.

Dan, tercapai juga gw n cami foto di pusat keramaian (sesuai sama yang qta bedua mau slama ini...) yes!!! crowded? done!!!